Postingan spesial untuk sahabat tersayang Sitti Taslimah, pemilik Dapur Ima. Ah sedih sekali mengetahui kepergian mba Ima yang selama ini sudah menjadi sahabat blogger saya yang saya yakin sudah banyak juga blogger lain mengenal mba Ima.Kabar duka ini saya ketahui kemarin tanggal 17 November 2018 dari status sahabat mba Ima juga yang kebetulan malah menjadi teman dunia maya saya juga, mba Hanna di Balikpapan, sahabat mba Ima dari SD. Melalui mba Ima maka saya menjadi kenal dengan teman-teman yang lain, blogger yang lain. Sedih, lemas rasanya dan tidak percaya kalau mba Ima sudah berpulang. Sedih dan kehilangan tentu saja saya rasakan, ah belum sempat kita bertemu muka ya mba... padahal mba Ima katakan kalau enak rasanya kalau kita bertemu, duduk bareng sambil menikmati kue buatan kita. Sudah beberapa tahun ini mba Ima senantiasa hadir di setiap postingan saya, komentator setia yang selalu dinantikan. Sejak Agustus 2016 ketika pertama kali mba Ima berkomentar di blog saya ini, lalu saya berkunjung balik ke blog mba Ima, nah sejak itu kami mulai menjadi sahabat sesama food blogger. Walaupun belum pernah bertemu tapi sudah terasa akrab. Bahkan ketika itu malah mba Ima sempat mengirimkan saya asam mangga, lasuna mandar, hanya supaya saya bisa mencoba resep bau peapi khas Mandar resep mendiang ibu tercinta. Ya begitulah yang namanya food blogger tidak jauh-jauh dari makanan, dan ini yang membuat food blogger bisa bersahabat, disatukan oleh makanan.Di tengah sakit, mba Ima memang mendapatkan hiburan dari ngeblog. Bertemu di dunia maya dengan teman-teman lain. Nah ini yang menjadi semangat mba Ima ingin sembuh, walaupun ternyata akhirnya mba Ima tidak mampu bertahan lagi dari kanker yang menyerang ususnya. Mungkin blogger lain yang sering mampir ke blognya mba Ima tahu kalau mba Ima sedang sakit, hanya mba Ima tidak spesifik menjelaskan sakitnya.Bertemu dengan teman blogger lain menambah semangat mba Ima, ya begitulah salah satu hal yang diungkapkan mba Ima lewat percakapan kami di WA. Ah perjuangan mba Ima cukup berat menghadapi sakit ini, tapi sekarang mba Ima sudah bahagia, sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga mba Ima tenang di sisi-Nya, amiin. Doa terbaik untuk mba Ima sahabat baik.Komentarmu tidak akan lagi menghiasi blog ini, ah ingat komentar terakhir mba Ima di blog ini, bagaimana mba Ima menuliskan kalau mba Ima ingin mencoba resep brownies shiny crust ketika mba Ima sudah sehat kembali. Air mata tidak kuasa saya bendung ketika menuliskan artikel khusus ini, dan sekarang saya sudah bingung mau menuliskan apa lagi.Selamat jalan mba Ima tersayang, tenanglah di sisi-Nya...
