Sudah siang, sudah pada makan siang belum? makan siang pakai apa kakak? apapun makanannya, tetap semangat ya.. hayo mau bilang apapun makanannya minumnya teh botol sosro ya..he he he... eh tapi memang enak sih habis makan minum teh botol sosro, walaupun teh merk apa juga bisa dan tetap enak.Kalau di Batam nih, minuman terkenal dan merakyat adalah teh obeng, hi hi hi.. teh apa tuh teh obeng. Lucu memang kalau pertama kali dengar, saya saja ketika pertama kali ke Batam dan mendengar istilah ini kok aneh ya, kasak kusuk tanya teman, apa tuh teh obeng, oalah ternyata adalah es teh. Lalu kalau teh hangat disebut teh-o, kopi hangat disebut kopi-o. Hmmm kalau es kopi apa disebut kopi obeng? belum ada yang mencantumkan minuman kopi obeng ini di sini.Panas-panas di Batam minum teh obeng, oalah enaknya, segar.. es batunya itu loh yang buat tambah segar, es batu bentuk tabung berlubang tengah. Kalau Sophie sudah diajak minum teh obeng, kalau tehnya sudah habis, suka sekali makan es batunya, karena bolong ditengah jadi dia juga bisa bermain-main dengan sedotannya itu memasukkan sedotan ke lubang es batu.Uppsss kembali ke gulai tauco dulu ya, nah kemarin saya masak gulai tauco ini, bahan yang terpikirkan dan tersedia di dapur saya masukkan semua, tadinya mau ditambah tempe juga, tapi terlalu penuh sepertinya muatannya, jadi saya urungkan niat tersebut. Bapaknya Sophie malah bertanya, udangnya mana? secara dia melihat saya membersihkan udang sebelum memasak, tapi karena terlalu banyak muatan gulai ini, saya berpikir ya sudah udangnya buat dimasak apalah nanti dipikirkan. Ealah protes, langsung deh katakan, kamu itu terlalu pelit, kenapa udangnya tidak dimasak juga? janganlah terlalu pelit sama babang sendiri, begitu candanya. Saya tahu dia sudah cukup senang dengan gulai tauco ini karena ada petenya, ini yang buat enak gulai tauco.Gulai tauco ini agak kemerahan karena memang tauconya agak gelap dan kemerahan, saya beli tauco di pasar. Biasanya saya pakai tauco botolan yang beli di swalayan. Kalau dari segi rasa tauco swalayan rasanya tidak seasin tauco pasar. Saya katakan ke bapaknya Sophie, bagaimana, penampakan kuahnya sudah mirip dengan lontong sayur gulai tauco yang biasa beli di si uda itu kan?Memang kalau beli lontong sayur, ada satu langganan favorit, lontong sayur Minang, yang jual orang Minang asli, dengan varian gulai paku (pakis), gulai nangka dan gulai tauco. Gulai tauonya sederhana saja, isinya hanya buncis, wortel dan rimbang atau tekokak atau nama lainnya terong pipit. Mirip leunca tapi beda. Hmmmm penasaran dengan bentuk rimbang ih, cusss yuk ke resep gulai tauco ikan khas Minang, di sana saya gunakan rimbang di gulainya.Tadinya saya berniat menggunakan rimbang juga, karena saya ingat saya masih simpan rimbang di kulkas, ternyata rimbangnya sudah menghitam, tanpa saya periksa lagi, ya iyalah ya, sudah seminggu lebih di kulkas. Jadinya batal deh saya pakai tuh rimbang.Nah pada dasarnya gulai tauco kali ini mirip sekali dengan resep gulai tauco ikan khas Minang yang pernah saya posting sebelumnya, hanya kali ini saya menggunakan bumbu iris, lebih simpel cara membuatnya.Oh iya, selain gulai tauco khas Minang, saya pun pernah membuat sambal tauco khas Medan, nah yang ini tak kalah sedap, cusss klik linknya kalau mau tahu dengan resepnya ya. Sambal tauco khas Medan ini biasanya dijual sebagai pendamping nasi lemak, itu nasi lemak di Batam ya, jadi biasanya judul kedainya nasi lemak khas Medan.Untuk ikannya sendiri di sini saya menggunakan ikan benggol, sebutannya di Batam, kalau di Palembang beda lagi, sebutannya ikan sarden. Nah di Medan, colek mba Rini di Medan yang mengatakan kalau di sana sebutannya ikan Dencis, atau juga ada yang menyebut ikan layang. Bentuknya bagaimana, sayangnya saya tidak foto ikannya dalam kondisi belum dimasak, upss di foto gulainya tidak nampak jelas ya. Yang belum tahu bentuk ikannya, cusss silakan ke link ini pempek kulit ikan benggol.Ikan ini adalah favorit saya selain ikan tongkol, dan tentunya favorit kucing kuning gembul di rumah, Adul Bedul, yang kalau saya goreng ikan ini, sudah tahu kalau dia pasti dapat jatah, duduk di dapur dengan sabar menunggu jatahnya diberikan.Wokeh, terlalu panjang ya celoteh saya, berikut langsung ke resep ya.. silakan..Gulai TaucoBahan :5 ekor ikan benggol yang sudah digoreng10 buah tahu yang sudah digoreng20 butir telur puyuh rebus3 papan pete10 buah buncis, iris serong10 buah cabai hijau keriting, iris serong20 butir cabai rawit merah utuh2 lembar daun salam5 lembar daun jeruk1 ruas jempol lengkuas, memarkan1 batang serai bagian putihnya, memarkan100 gr tauco600 ml air1 sachet santan instan 65ml5 butir bawang merah, iris3 siung bawang putih, iris 1 sendok makan minyak untuk menumis Cara membuat :Tumis bawang merah dan putih sampai harum, masukkan serai, daun salam, daun jeruk dan lengkuas, tumis kembali sampai harum. Masukkan tauco, aduk rata, tambahkan air dan santan, aduk rata kembali. Biarkan mendidih sambil sesekali diaduk. Masukkan buncis, cabai hijau, cabai rawit merah, tahu dan telur puyuh, masak sampai buncis mulai sedikit layu, sesaat sebelum diangkat masukan ikan goreng, cicipi rasanya, bisa tambahkan gula untuk penyeimbang rasa asin tauco, angkat dan siap disajikan.Nah semoga resep gulai tauco bumbu iris ini bisa bermanfaat ya, silakan mencoba dan semoga cocok dengan selera ya...Selamat mencoba....
